INKLUSIF TAK SEKEDAR di MULUT dan JEMPOL

INKLUSIF TAK SEKEDAR di MULUT dan JEMPOL

 

Singkat cerita, kabarnya Indonesia yang inklusif saat ini sudah seringkali menjadi jargon dimana-mana. Mulai dari organisasi/komunitas, pevent-event, perusahaan, universitas, dan lain sebagainya. bahkan tak jarang postingan-postingan Sebagian dari kita di sosial media menggunakan hashtag inklusif. Tentu saja ini adalah kemajuan dalam mensosialisasikan inklusifitas kepada masyarakat.

Namun demikian tanpa kita sadari perilaku Sebagian dari kita masih belum mencerminkan itu semua. Dalam sebuah pelatian atau diklat dan sejenisnya misalnya, sering kali keberadaan difabel masih diberikan perhatian yang khusus. Saat ada sebuah aktifitas, biasanya difabel diajak untuk meninggalkan ruangan atau sedikit bergeser dan mempersilahkan si difabel untuk beristirahat. Tentunya hal ini dengan dalih aktifitas yang tidak aksesible, instruktur yang belum berpengalaman, dll dll. Atau, jika ada difabel lebih dari 1 orang, mereka dikumpulkan menjadi satu tentunya pula dengan dalih agar mudah ini itu dan lain sebagainya.

Contoh kecil yang menunjukkan bahwa kita masih memperlakukan difabel dengan eksklusif ditengah-tengah jargon inklusif yang kita buat sendiri.

Inklusif, bukan hanya saat ada difabel atau masyarakat dengan berbeda kemampuan lainnya saja. Namun, inklusif perlu dibuktikan dengan bagaimana mereka dilibatkan atau terlibat dalam sebuah interaksi antar masyarakat yang tidak lagi memandang difabel, ras, warna kulit, jenis kelamin, dan perbedaan-perbedaan yang lain.

Menjadi refleksi bagi kita, bahwa inklusif tak sekedar di mulut atau di jempol, melainkan bagaimana kita memperlakukan dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk melakukan interaksi Bersama-sama dengan tujuan yang sama, meski terkadang masing-masing punya cara yang berbeda. Namun itu semua bukan alasan untuk kita meng-eksklusifkan satu dari mereka.

Baca juga:  Bekerja Dengan Disabilitas Netra? Siapa Takuuuut!!!

Salam inklusi!!!

#InklusiDariDiriSendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *